Mengajar & Meneliti Asia Tenggara (MMAT)

Dalam konstelasi global kontemporer, Asia Tenggara tidak hanya sebagai sebuah ruang geografis yang pasif, melainkan juga sebuah kawasan yang aktif dalam memberikan sekaligus menerima diskursus politik dalam relasinya dengan dinamika politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan regional.

Gambaran kapasitas agensi Asia Tenggara tercermin dalam keputusan politik para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara untuk mendefinisikan diri sebagai sebuah komunitas tunggal, yakni Komunitas ASEAN (ASEAN Community) dan mulai berlaku pada 2016. Sekalipun konsepsi komunitas dalam Komunitas ASEAN masih sangat diperdebatkan, tidak dapat dipungkiri keputusan tersebut telah mendorong munculnya identitas keasiatenggaraan, tidak hanya di antara para pemimpin politik, tetapi juga masyarakat sipil dan pelaku ekonomi. Sejalan dengan meningkatnya aktivitas para pemimpin negara-negara anggota ASEAN, aktivitas masyarakat sipil juga berkembang dengan pesat.

Ironisnya, minat dan kajian akademis terhadap dinamika Asia Tenggara justru lebih berkembang di luar kawasan daripada di dalam kawasan ini sendiri. Khusus mengenai posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki peran dan posisi penting dalam dinamika kawasan, Asia Tenggara sebagai sebuah kajian masih sangat kurang mendapatkan perhatian akademisi dan peneliti Indonesia. Apabila dibandingkan dengan negara Asia Tenggara yang lain seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, maka secara kuantitas dan bisa saja kualitas, penelitian-penelitian dengan konteks Asia Tenggara oleh peneliti Indonesia masih cukup tertinggal. Berawal dari keinginan untuk mengembangkan metodologi dan mengeksplorasi isu kajian Asia Tenggara di Indonesia, Pusat Studi Sosial Asia Tenggara berinisiatif menyelenggarakan workshop “ Mengajar & Meneliti Asia Tenggara”. Kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 2012. Beberapa tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan program ini adalah :

  1. Mengembangkan Asia Tenggara sebagai sebuah bangun pengetahuan
  2. Mendorong pengembangan minat terhadap kajian Asia Tenggara di Indonesia
  3. Membangun komunitas dan jaringan akademik multidisiplin dengan fokus kajian Asia Tenggara
  4. Mendorong dan memfasilitasi publikasi karya-karya akademi dan peneliti Indonesia tentang Asia Tenggara.

Kegiatan dan Materi

Kegiatan ini terdiri dari dua bagian yang terpisah namun terkait satu sama lain. Pertama adalah pelatihan dalam bentuk penyampaian materi terkait Asia Tenggara dan konteksnya oleh sejumlah narasumber yang merupakan ahli Asia Tenggara. Sementara itu, bagian kedua adalah workshop yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan naskah akademisnya untuk diberikan komentar, kritikan, dan saran konstruktif dari para narasumber dan peserta lain. Naskah akademis peserta nantinya akan diterbitkan oleh PSSAT.

Naskah publikasi yang dipresentasikan dalam workshop akan dibagi ke dalam 3 bidang yang meliputi:

  1. Aspek historis
  2. Ekonomi-politik
  3. Sosial budaya

Materi pelatihan akan dibagi ke dalam 4 bidang yang meliputi:

  1. Epistemologi Asia Tenggara
  2. Perbandingan Politik
  3. Isu-isu aktual di Asia Tenggara
  4. Metodologi penelitian

Peserta

  1. Peserta Pelatihan dan Workshop ini adalah dosen (pengajar), peneliti atau peserta lain yang menekuni dan tertarik dengan kajian Asia Tenggara. Peserta terbatas untuk 30 orang yang telah lolos seleksi.
  2. Peserta wajib menyiapkan naskah publikasi sebelum waktu pelaksanaan
  3. Peserta membayar biaya pelatihan dan workshop