• Tentang UGM
  • IT Center
  • English
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Center for Southeast Asian Social Studies
Universitas Gajah Mada
  • Home
  • About Us
    • Overview
    • Researcher
    • Partner Researcher
    • Partner Institution
    • Library
  • Research
  • Program
    • International Conference
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • INTERNSHIP
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publication
    • Journal
    • Book
    • Proceeding
    • Policy Brief
  • Academic Essay
    • Culture & Linguistics
    • Digital Society
    • Economic and Social Welfare
    • Education
    • Media & Communication Studies
    • Law & Human Rights
    • Politics and International Relations
    • Article Guidelines
  • Home
  • Publication
  • Policy Brief
  • Dari Keragaman Menuju Persatuan: Memperkuat Kohesi Sosial di Ibu Kota Nusantara

Dari Keragaman Menuju Persatuan: Memperkuat Kohesi Sosial di Ibu Kota Nusantara

  • Policy Brief
  • 19 January 2025, 13.47
  • Oleh: mellyananungki
  • 0

Ketua Peneliti: Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T.

Anggota Peneliti: Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP.

Asisten Peneliti:

Amandita ‘Ainur Rohmah, S.Si., M.Sc.

Nurina Aulia Haris, M.A. 

 


 

Latar Belakang

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia membawa harapan baru sekaligus tantangan, khususnya dalam aspek kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat. Penelitian terhadap masyarakat di beberapa kawasan IKN yaitu KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan), KIKN (Kawasan IKN), dan KPIKN (Kawasan Pengembangan IKN), mengungkap dinamika interaksi sosial, tingkat kepercayaan, dan pandangan masyarakat terhadap pembangunan yang sedang berjalan. Policy brief ini menganalisis apakah IKN mampu membangun kohesi sosial atau menghadapi potensi polarisasi sosial, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan.

 

Temuan Utama

  1. Interaksi Sosial yang Kuat:
    • 60% masyarakat di seluruh kawasan IKN menyatakan bahwa mereka sangat sering berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar dari latar belakang yang berbeda.
    • Di KIKN, 87% responden menunjukkan intensitas interaksi yang sangat tinggi.
  2. Ketegangan Sosial yang Minimal:
    • 83,3% responden di seluruh IKN tidak pernah mengalami ketegangan sosial, sementara lebih spesifik 87% di KIKN menyatakan tidak ada konflik terkait keberagaman.
  3. Dukungan Bermasyarakat yang Tinggi:
    • Tingkat dukungan masyarakat terhadap harmoni sosial sangat tinggi, dengan 100% responden di KIKN mendukung upaya bermasyarakat.
  4. Tantangan pada Kepercayaan dan Keamanan:
    • Kepercayaan terhadap individu berbeda latar belakang di wilayah KP-IKN berada pada persentase 100% dengan intensitas 43% sangat percaya dan 57% percaya.
    • Adanya pembangunan masif di IKN memberikan kekhawatiran atau rasa kurang aman pasca pembangunan (53%).
  5. Keberagaman Budaya sebagai Kekuatan:
    • 77%-83% masyarakat melihat keberagaman budaya dan etnis sebagai penguat ikatan sosial.
  6. Peningkatan Peran Pemerintah:
    • 73% masyarakat menilai perlunya dukungan dan upaya pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial.

 

Rekomendasi Kebijakan

  1. Memperkuat Kepercayaan Antar Kelompok:
    • Penyelenggaraan program penguatan kepercayaan, seperti dialog komunitas dan pelatihan lintas budaya.
    • Memfasilitasi lokakarya untuk meningkatkan pemahaman dan toleransi antarwarga.
  2. Meningkatkan Rasa Aman:
    • Meningkatkan investasi dalam program keamanan sosial dan komunikasi publik terkait langkah keamanan.
    • Melibatkan tokoh masyarakat untuk meredakan kekhawatiran terkait transformasi perkotaan.
  3. Memanfaatkan Keberagaman sebagai Kekuatan:
    • Mengadakan program yang merayakan keberagaman budaya, seperti festival lokal dan kegiatan seni.
    • Mendorong kegiatan antar komunitas untuk memperkuat nilai-nilai bersama.
  4. Meningkatkan Keterlibatan Pemerintah:
    • Membentuk tim pokja pendampingan masyarakat yang khusus untuk memantau dan memfasilitasi kohesi sosial.
    • Mengintegrasikan tujuan harmoni sosial ke dalam kebijakan pembangunan dan perencanaan kota IKN.

 

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kohesi sosial di Ibu Kota Nusantara cukup kuat, meskipun masih ada tantangan terkait kepercayaan dan persepsi keamanan. Melalui intervensi kebijakan yang terarah dan keterlibatan aktif pemerintah, IKN dapat menjadi contoh pembangunan kota yang inklusif dan harmoni.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • CESASS Team Conducts Field Research on Socio-Cultural Transformation and Environmental Justice in East Kalimantan
  • CESASS Chat #48 “GeoSpectra” by AInsightGeo Team
  • Bridging Academic Silos Through Collaborative Dialogue
  • CESASS Chat #47: “Artivism in Indonesia” & “Maritime Dispute in South China Sea”
  • CESASS Chat #46: “Regime Types in Southeast Asia and the Interpretation of ASEAN Norms”
Universitas Gadjah Mada

Center for Southeast Asian Social Studies
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY