• Tentang UGM
  • IT Center
  • English
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Center for Southeast Asian Social Studies
Universitas Gajah Mada
  • Home
  • About Us
    • Overview
    • Researcher
    • Partner Researcher
    • Partner Institution
    • Library
  • Research
  • Program
    • International Conference
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • INTERNSHIP
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publication
    • Journal
    • Book
    • Proceeding
    • Policy Brief
  • Academic Essay
    • Culture & Linguistics
    • Digital Society
    • Economic and Social Welfare
    • Education
    • Media & Communication Studies
    • Law & Human Rights
    • Politics and International Relations
    • Article Guidelines
  • Home
  • Publication
  • Policy Brief
  • Kajian Perencanaan dan Pemetaan Kebutuhan Solusi Ekosistem Digital di Kabupaten Tojo Una-Una

Kajian Perencanaan dan Pemetaan Kebutuhan Solusi Ekosistem Digital di Kabupaten Tojo Una-Una

  • Policy Brief
  • 19 September 2025, 14.01
  • Oleh: mellyananungki
  • 0

Chief Researcher: Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T.

Assistant:

Amandita ‘Ainur Rohmah, S.Si., M.Sc.

Azis Musthofa, S.Si.

 


Potensi Pengembangan Ekosistem Digital

  • Dukungan Pemerintah Daerah : Kepala Daerah, OPD, hingga pemerintah desa
  • Pemanfaatan infrastruktur digital yang disediakan BAKTI KOMINFO (BTS dan AI) pada sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, layanan publik.
  • Digitalisasi di Kabupaten Tojo Una-Una sudah mulai diinisiasi melalui adanya presensi online
  • Pemerintah Kab. Tojo Una-Una telah mendata kebutuhan infrastruktur dalam menguatkan ekosistem digital. Kominfo Kab. Tojo Una-Una telah mengcover akses internet seluruh OPD.
  • Pelayanan publik berbasis digital: Inisiasi layanan publik (Dukcapil:pengajuan akte kelahiran, pelaporan kematian, dan pembuatan KTP)
  • Literasi digital masyarakat: keaktifan masyarakat lokal dalam kegiatan UMKM dan penguatan gender.
  • Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang sudah memanfaatkan TI sebagai media pemasaran (sosial media, platform e-commerce, dan QRIS)
  • Pengembangan objek daya tarik wisata dengan pasar wisatawan mancanegara
  • Sudah adanya penerapan Smart Village pada beberapa desa di Kabupaten Tojo Una-Una.

TATA KELOLA DIGITAL

Permasalahan

  1. Permasalahan akses jaringan khususnya di kepulauan dan dataran atas
  2. Belum semua OPD memiliki website
  3. Keterbatasan anggaran operasional penyediaan layanan publik berbasis IT
  4. Keterbatasan pengetahuan SDM dalam pemanfaatan teknologi
  5. Terbatasnya alat komunikasi (Mobile Phone)

Desain Program

  1. Peningkatan layanan internet di desa
  2. Program layanan internet gratis melalui wifi publik
  3. Program percontohan Desa Pintar/Smart Village

PARIWISATA BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Permasalahan

  1. Belum meratanya jaringan internet pada destinasi pariwisata
  2. Persoalan digitalisasi promosi pariwisata pada kawasan strategis nasional
  3. Keterbatasan SDM bidang IT
  4. Terbatasnya infrastruktur sarana prasarana transportasi destinasi wisata di kepulauan

Desain Program

  1. Kolaborasi pengelolaan destinasi wisata dengan OPD-OPD
  2. Perubahan mindset terkait penguatan kolaborasi pariwisata
  3. Pengembangan SDM Pariwisata
  4. Pengelolaan website Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata
  5. Pembangunan 3 destinasi prioritas (Danau Banano, Pulau Una-Una, dan Pulau Papan: Desa Kadoda), Malotong, Ubur Ubur sama Air Panas Marlo

PEMBERDAYAAN EKONOMI

Permasalahan

  1. Keterbatasan infrastruktur sarana dan prasarana
  2. Keterbatasan SDM bidang IT
  3. Terbatasnya akses jaringan untuk fasilitasi promosi produk UMKM
  4. Tidak semua pelaku UKM mampu menggunakan platform e-commerce dalam mempromosikan produk
  5. Akses internet yang kurang optimal di kawasan perdesaan

Desain Program

  1. Pengembangan sentra kopi di Desa Nggawia, Kec. Tojo Barat
  2. Pengembangan Sentra IKM di Desa Uebone, Kec. Ampana Barat
  3. Pengembangan sentra jagung di Kec. Ulubongka
  4. Pengembangan pemasaran/promosi produk UMKM
  5. Pengembangan Bumdes
  6. Peningkatan kualitas jaringan internet
  7. Dukungan pelatihan digitalisasi untuk UMKM, IKM, Bumdes, Koperasi dan Petani
  8. Peningkatan akses internet untuk menjalankan usaha
  9. Peningkatan akses internet untuk anggota usaha

PENGUATAN PERAN WANITA DI SEKTOR DIGITAL

Permasalahan

  1. Keterbatasan pengetahuan SDM dalam pemanfaatan teknologi
  2. Terbatasnya alat komunikasi (Mobile Phone)

Desain Program

  1. Peningkatan layanan internet di desa
  2. Pengembangan ekosistem lokal dan desa mandiri
  3. Program penguatan keterampilan digital untuk perempuan

LITERASI DIGITAL

Permasalahan

  1. Terbatasnya pemanfaatan website atau layanan digital masyarakat
  2. Belum meratanya jaringan listrik khususnya di daerah kepulauan

Desain Program

  1. Peningkatan penyediaan fasilitas layanan pendidikan berbasis aplikasi (guru dan siswa)
  2. Bimbingan teknis layanan digital masyarakat
  3. Menyediakan akses internet di lokasi-lokasi fasilitas umum
  4. Lomba untuk masyarakat dalam pembuatan video edukasi masyarakat melalui sosial media
  5. Membuka ruang umum mengenai layanan digital di setiap kecamatan
  6. Pengadaan Listrik Tenaga Surya untuk mendukung layanan digital di desa yang belum ada jaringan listriknya

Desain Program, Kegiatan dan Indikator Outcome

TATA KELOLA DIGITAL

Program

  1. Peningkatan layanan internet di desa
  2. Program layanan internet gratis melalui wifi publik
  3. Program percontohan Desa Pintar/Smart Village

Kegiatan

  1. Pembangunan wifi di Balai Desa
  2. Pembangunan wifi di Taman, RTH, dll
  3. Pengembangan Smart Village

Indikator Outcome

  1. Persentase area yang dicakup oleh konektivitas Internet
  2. Jumlah desa yang menerapkan Smart Village

PEMBERDAYAAN EKONOMI (BUMDES DAN UMKM)

Program

  1. Peningkatan layanan dan akses internet di desa
  2. Pengembangan sentra kopi, IKM, dan jagung
  3. Pengembangan pemasaran/promosi produk UMKM
  4. Pengembangan Bumdes
  5. Dukungan pelatihan digitalisasi untuk UMKM, IKM, Bumdes, Koperasi dan Petani

Kegiatan

  1. Peningkatan produktivitas kopi dan jagung
  2. Peningkatan keterampilan dan desain produk IKM
  3. Pemanfaatan platform e-commerce dan pameran produk UMKM

Indikator Outcome

  1. Peningkatan produksi kopi dan jagung
  2. Peningkatan dalam kualitas produk IKM
  3. Peningkatan penjualan produk dan ekspansi pasar lokal dan internasional

PARIWISATA BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Program

  1. Kolaborasi pengelolaan destinasi wisata dengan OPD-OPD
  2. Perubahan mindset terkait penguatan kolaborasi pariwisata
  3. Pengembangan SDM Pariwisata
  4. Pengelolaan website
  5. Pembangunan 3 destinasi prioritas

Kegiatan

  1. FGD Perencanaan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan
  2. Sosialisasi Penguatan Kolaborasi Pariwisata
  3. Pelatihan ketrampilan pariwisata
  4. Peningkatan infrastruktur dan fasilitas di destinasi prioritas

Indikator Outcome

  1. Terbentuknya tim kolaborasi pariwisata dan rencana bersama yang diadopsi dan disepakati oleh semua OPD terkait
  2. Peningkatan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya kolaborasi
  3. Peningkatan keterampilan SDM pariwisata
  4. Jumlah wisatawan

PENGUATAN PERAN WANITA DI SEKTOR DIGITAL

Program

  1. Peningkatan layanan internet di desa
  2. Pengembangan ekosistem lokal dan desa mandiri
  3. Program Penguatan Keterampilan Digital untuk Perempuan

Kegiatan

  1. Pendampingan Kewirausahaan
  2. Pelatihan ketrampilan digital

Indikator Outcome

  1. Peningkatan jumlah perempuan yang terlibat dalam pelaku usaha
  2. Jumlah perempuan yang terlibat dalam kegiatan kewirausahaan digital

LITERASI DIGITAL

Program

  1. Peningkatan penyediaan fasilitas layanan pendidikan berbasis aplikasi (guru dan siswa)
  2. Bimbingan teknis layanan digital masyarakat
  3. Menyediakan akses internet di lokasi-lokasi fasilitas umum
  4. Lomba untuk masyarakat dalam pembuatan video edukasi masyarakat melalui sosial media
  5. Membuka ruang umum mengenai layanan digital di setiap kecamatan yang ada
  6. Pengadaan Listrik Tenaga Surya untuk mendukung layanan digital di desa yang belum merata aliran listriknya (belum ada listrik)

Kegiatan

  1. Pelatihan Penggunaan Aplikasi Edukasi
  2. Workshop dan Pelatihan Layanan Digital
  3. Lomba Video Edukasi
  4. Pelatihan Pemanfaatan Energi Surya

Indikator Outcome

  1. Peningkatan kompetensi guru dan siswa dalam menggunakan aplikasi edukasi
  2. Terselenggarannya workshop dan pelatihan bagi masyarakat
  3. Terselenggarannya lomba pembuatan video edukasi melalui sosial media
  4. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan energi surya

Rekomendasi

  1. Pengembangan infrastruktur dasar menjadi agenda pembangunan yang harus dilakukan. Mempertimbangkan kondisi geografis wilayah Kabupaten Tojo Una-Una yang beragam (wilayah daratan dan kepulauan), diperlukan infrastruktur dasar seperti listrik, internet, dan transportasi sebagai kebutuhan solusi ekosistem digital daerah.
  2. Kolaborasi antar sektor (aliansi strategis) melalui skema kemitraan (Public Private Partnership) direkomendasikan dalam upaya percepatan pembangunan di daerah tertinggal. Sektor pemerintahan dalam hal ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berperan dalam pembiayaan pengembangan infrastruktur digital dan formulasi regulasi sedangkan sektor swasta berperan dalam mendukung penyediaan infrastruktur digital.
  3. Perencanaan pengembangan ekosistem digital perlu mempertimbangkan sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan dan dampak signifikan terhadap masyarakat lokal. Penentuan sektor prioritas di Kabupaten Tojo Una-Una perlu mendasarkan pada potensi wilayah, seperti: sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang menjadi salah satu sektor potensial pasar domestik dan mancanegara. Pengembangan pada aspek tourism supply masih dibutuhkan melihat belum optimalnya aksesibilitas (informasi digital dan transportasi) di Kabupaten Tojo Una-Una.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Southeast Asia’s Renewable Energy Future with Prof. Bernhard Grimm of Humbolt University
  • Deepening Indonesia–Philippines Academic Collaboration through the Leong Institute Fellowship
  • CESASS Academic Writing Workshop “From Scratch to Publication: Meeting the Standards of Scopus-Indexed Journals”
  • Exploring Academic Pathways with Dr. Priyambudi Sulistiyanto
  • International Partner Supports CESASS in Public Hearing on the Rector’s Regulation on Research Centers
Universitas Gadjah Mada

Center for Southeast Asian Social Studies
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY