Timor-Leste was accepted as a full ASEAN member state during a formal ascension ceremony in Kuala Lumpur on October 26, 2025. The moment marks the realisation of Timor-Leste’s longstanding aspiration to join the regional body. Timor-Leste submitted its initial application to join ASEAN in 2011 and was granted observer status in 2022. Timor-Leste’s ascension marks the first expansion of ASEAN since Cambodia joined in 1999 and has been broadly lauded as the crowning moment of Malaysia’s 2025 chairmanship.
Chief Researcher: Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T.
Assistant:
Amandita ‘Ainur Rohmah, S.Si., M.Sc.
Azis Musthofa, S.Si.
Potensi Pengembangan Ekosistem Digital
- Dukungan Pemerintah Daerah : Kepala Daerah, OPD, hingga pemerintah desa
- Pemanfaatan infrastruktur digital yang disediakan BAKTI KOMINFO (BTS dan AI) pada sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, layanan publik.
- Digitalisasi di Kabupaten Tojo Una-Una sudah mulai diinisiasi melalui adanya presensi online
- Pemerintah Kab. Tojo Una-Una telah mendata kebutuhan infrastruktur dalam menguatkan ekosistem digital. Kominfo Kab. Tojo Una-Una telah mengcover akses internet seluruh OPD.
- Pelayanan publik berbasis digital: Inisiasi layanan publik (Dukcapil:pengajuan akte kelahiran, pelaporan kematian, dan pembuatan KTP)
- Literasi digital masyarakat: keaktifan masyarakat lokal dalam kegiatan UMKM dan penguatan gender.
- Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang sudah memanfaatkan TI sebagai media pemasaran (sosial media, platform e-commerce, dan QRIS)
- Pengembangan objek daya tarik wisata dengan pasar wisatawan mancanegara
- Sudah adanya penerapan Smart Village pada beberapa desa di Kabupaten Tojo Una-Una.
TATA KELOLA DIGITAL
Permasalahan
- Permasalahan akses jaringan khususnya di kepulauan dan dataran atas
- Belum semua OPD memiliki website
- Keterbatasan anggaran operasional penyediaan layanan publik berbasis IT
- Keterbatasan pengetahuan SDM dalam pemanfaatan teknologi
- Terbatasnya alat komunikasi (Mobile Phone)
Desain Program
- Peningkatan layanan internet di desa
- Program layanan internet gratis melalui wifi publik
- Program percontohan Desa Pintar/Smart Village
PARIWISATA BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
Permasalahan
- Belum meratanya jaringan internet pada destinasi pariwisata
- Persoalan digitalisasi promosi pariwisata pada kawasan strategis nasional
- Keterbatasan SDM bidang IT
- Terbatasnya infrastruktur sarana prasarana transportasi destinasi wisata di kepulauan
Desain Program
- Kolaborasi pengelolaan destinasi wisata dengan OPD-OPD
- Perubahan mindset terkait penguatan kolaborasi pariwisata
- Pengembangan SDM Pariwisata
- Pengelolaan website Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata
- Pembangunan 3 destinasi prioritas (Danau Banano, Pulau Una-Una, dan Pulau Papan: Desa Kadoda), Malotong, Ubur Ubur sama Air Panas Marlo
PEMBERDAYAAN EKONOMI
Permasalahan
- Keterbatasan infrastruktur sarana dan prasarana
- Keterbatasan SDM bidang IT
- Terbatasnya akses jaringan untuk fasilitasi promosi produk UMKM
- Tidak semua pelaku UKM mampu menggunakan platform e-commerce dalam mempromosikan produk
- Akses internet yang kurang optimal di kawasan perdesaan
Desain Program
- Pengembangan sentra kopi di Desa Nggawia, Kec. Tojo Barat
- Pengembangan Sentra IKM di Desa Uebone, Kec. Ampana Barat
- Pengembangan sentra jagung di Kec. Ulubongka
- Pengembangan pemasaran/promosi produk UMKM
- Pengembangan Bumdes
- Peningkatan kualitas jaringan internet
- Dukungan pelatihan digitalisasi untuk UMKM, IKM, Bumdes, Koperasi dan Petani
- Peningkatan akses internet untuk menjalankan usaha
- Peningkatan akses internet untuk anggota usaha
PENGUATAN PERAN WANITA DI SEKTOR DIGITAL
Permasalahan
- Keterbatasan pengetahuan SDM dalam pemanfaatan teknologi
- Terbatasnya alat komunikasi (Mobile Phone)
Desain Program
- Peningkatan layanan internet di desa
- Pengembangan ekosistem lokal dan desa mandiri
- Program penguatan keterampilan digital untuk perempuan
LITERASI DIGITAL
Permasalahan
- Terbatasnya pemanfaatan website atau layanan digital masyarakat
- Belum meratanya jaringan listrik khususnya di daerah kepulauan
Desain Program
- Peningkatan penyediaan fasilitas layanan pendidikan berbasis aplikasi (guru dan siswa)
- Bimbingan teknis layanan digital masyarakat
- Menyediakan akses internet di lokasi-lokasi fasilitas umum
- Lomba untuk masyarakat dalam pembuatan video edukasi masyarakat melalui sosial media
- Membuka ruang umum mengenai layanan digital di setiap kecamatan
- Pengadaan Listrik Tenaga Surya untuk mendukung layanan digital di desa yang belum ada jaringan listriknya
Desain Program, Kegiatan dan Indikator Outcome
Innovations in Enhancing Smart Cities in Southeast Asia
Authors: Rini Rachmawati, Mellinia Ananda, Nurina Aulia Haris, Amandita Ainur Rohmah, Ichlasul Winantya Wicaksana, Diva Humaira Nibras, Satya Lejar Wijaya, Yumna Amalia, Medyline Agnes, Teng Athipanha, Dollin Ardan, Arta Aditya, Michaelie Trenbath
Abstract:
Across the region, smart city initiatives are not merely technological upgrades; they are transformative endeavors aimed at enhancing the quality of life and fostering sustainable growth. This exploration delves into the multifaceted aspects of smart city innovations, showcasing how Information and Communication Technology (ICT) shapes the urban development of smart cities. In this book, the discussion on smart city implementation draws on the ASEAN Smart City Network Program, which is a forum for countries in Southeast Asia. At its core, the initiative seeks to redefine urban living by leveraging technology in governance, public services, mobility, security, and environmental stewardship.
Authors: Rini Rachmawati, Amandita ‘Ainur Rohmah, Azis Musthofa, Hafidz Wibisono, Rizki Adriadi Ghiffari
Abstract:
Pengembangan Ekosistem Digital Wilayah Kepulauan: Eksplorasi Tojo Una-Una merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memajukan ekosistem digital di wilayah kepulauan. Eksplorasi Tojo Una-Una merupakan bagian dari kajian kasus yang memperkaya diskusi dan pemahaman mengenai pentingnya pengembangan ekosistem digital di wilayah kepulauan. Wilayah ini sebagai salah satu 3T dan kepulauan yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan pengembangan infrastruktur digital yang lebih baik. Berbagai program telah diinisiasi oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dan melibatkan berbagai pihak termasuk lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta. dan masyarakat setempat. Buku ini menyajikan gambaran ekosistem digital wilayah kepulauan melalui upaya untuk meningkatkan konektivitas internet, akses ke teknologi informasi dan komunikasi, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor. Adanya potensi pengembangan ekosistem digital dan potensi aliansi menjadi salah satu peluang dalam mengoptimalkan penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Perencanaan pengembangan ekosistem digital perlu mempertimbangkan sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan dan dampak signifikan terhadap masyarakat lokal. Melalui pengembangan ekosistem digital ini, diharapkan wilayah kepulauan dapat berkembang dengan lebih baik dalam memanfaatkan potensi teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian lokal.
Ketua Peneliti: Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T.
Anggota Peneliti: Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP.
Asisten Peneliti:
Amandita ‘Ainur Rohmah, S.Si., M.Sc.
Nurina Aulia Haris, M.A.
Latar Belakang
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia membawa harapan baru sekaligus tantangan, khususnya dalam aspek kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat. Penelitian terhadap masyarakat di beberapa kawasan IKN yaitu KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan), KIKN (Kawasan IKN), dan KPIKN (Kawasan Pengembangan IKN), mengungkap dinamika interaksi sosial, tingkat kepercayaan, dan pandangan masyarakat terhadap pembangunan yang sedang berjalan. Policy brief ini menganalisis apakah IKN mampu membangun kohesi sosial atau menghadapi potensi polarisasi sosial, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan.
Authors: Wahyu Supartono, Hermin Indah Wahyuni, Vissia Ita Yulianto, Naoki Umemiya
Abstract:
This study takes education, research, and community service—collectively known as the three pillars of higher education—as its point of departure in analyzing the impact of study abroad on academic staff at Universitas Gadjah Mada (UGM). Applying a mixed method approach through a quantitative survey and qualitative interviews, this study reports on and assesses how studying abroad impacts the trajectory and performance of education, research, and community service at UGM. In 2020 and 2021, quantitative data were collected from 833 respondents using two survey instruments; qualitative data were also collected through interviews with 22 academic staff. The study found that faculty members’ study abroad experiences positively impacted their diverse teaching, research, and community service-related activities in a variety of ways after returning to UGM. This study also shows that the network of faculty members who studied abroad plays a significant role in the process of promoting internationalization, which is no longer treated as a goal but as a means of raising the level of education and research.