• Tentang UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Peneliti
    • Peneliti Mitra
    • Mitra
    • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Program
    • Konferensi Internasional
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • Magang
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Prosiding
  • Esai Akademik
    • Ekonomi & Kesejahteraan Sosial
    • Hukum dan Hak Asasi Manusia
    • Media dan Komunikasi
    • Pendidikan
    • Politik dan Hubungan Internasional
    • Sejarah dan Budaya
    • Panduan Artikel
  • Beranda
  • 2017
  • Oktober
Arsip 2017:

Oktober

Demi Tingkatkan Wawasan Asia Tenggara, Para Pelajar SMAN 1 Karanganyar Belajar di PSSAT UGM

Aktivitas Senin, 30 Oktober 2017

Wawasan mengenai kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu materi penting yang ditanamkan kepada generasi muda Indonesia sejak di bangku sekolah. Kebutuhan ini juga makin mendesak dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015. Dengan mempelajari Asia Tenggara, para siswa diharapkan dapat memiliki kesadaran sebagai bagian dari bangsa di kawasan Asia Tenggara, termasuk mengenal tentang organisasi ASEAN yang menaungi negara-negara di kawasan ini.

Hal inilah yang mendorong siswa-siswi SMA Negeri 1 (SMAN 1) Karanganyar, Jawa Tengah untuk berkunjung dan belajar ke Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Univesitas Gadjah Mada. Tujuan kedatangan mereka adalah sebagai bagian dari kegiatan outing class pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Direktur PSSAT UGM, Dr.phil. Hermin Indah Wahyuni dan Dr.phil. Vissia Ita Yulianto selaku staf peneliti PSSAT menyambut kedatangan 50 siswa SMAN 1 Karanganyar yang didampingi guru mereka, Bapak Agus. Selanjutnya, para siswa kemudian belajar mengenai hal-hal tentang kawasan Asia Tenggara, seperti negara-negara apa saja yang termasuk dalam kawasan ini, budaya dan sejarah, perkembangan ekonomi, serta organisasi ASEAN. Untuk mendukung proses pembelajaran ini, Gharin Putra Yanotama selaku program manajer di PSSAT UGM menjadi fasilitator yang menjelaskan materi kepada para siswa. read more

Belajar Tentang Korupsi di Asia Tenggara bersama Peserta ISCP 2017

Aktivitas Jumat, 27 Oktober 2017

Korupsi merupakan masalah krusial yang banyak dihadapi oleh negara-negara di dunia, tak terkecuali negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Menurut laporan dari Transparency International tahun 2016, negara-negara di kawasan Asia Tenggara masih memiliki peringkat indeks persepsi korupsi (corruption perceptions index/cpi) yang cukup tinggi, yakni Kamboja (156), Laos (123), Vietnam (113), Filipina, Thailand, dan Timor Leste (101), serta Indonesia (90), sementara Brunei Darrusalam (41), dan Malaysia (55) memiliki cpi yang cukup baik. Hanya Singapura (7) satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki cpi yang paling baik sekaligus masuk 10 besar di dunia. read more

Mega Proyek Tiongkok : Jalur Sutra Abad 21 dan Konektivitas ASEAN

Esai AkademikPolitik dan Hubungan Internasional Rabu, 25 Oktober 2017

Jalur Sutra merupakan jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Barat dan Timur, seorang peneliti bernama Von Ricthofen berkebangsaan Jerman menamainya The Silk Road pada abad 18 M. Nama Jalur Sutra diambil karena komoditas perdagangan Tiongkok banyak berupa sutra. Frances Wood dalam bukunya The Silk Road : Two Thousand Years in the Heart of Asia mengatakan lintasan Jalur Sutra tersebut memiliki banyak cabang dari ibu kota Dinasti Tang Tiongkok di timur ke Roma, ibu kota Italia di barat. Jalur tersebut dibuka oleh seorang jenderal bernama Zhang Qian dari Dinasti Han. Menelusuri jalan itu akan melewati Afghanistan, Uzbekistan, Iran, dan sampai Alexandaria Mesir. Ditemukan juga cabang lain yang melewati Pakistan, Kabul, Afghanistan hingga Teluk Persia[1]. read more

Penguatan Tata Kelola Struktural PUI-PT di UGM

Aktivitas Rabu, 18 Oktober 2017

Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi (PUI-PT) merupakan pusat-pusat studi unggulan yang diberi mandat oleh Kemenristekdikti sebagai basis penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Universitas Gadjah Mada memiliki dua PUI-PT dari 21 pusat studi yang ada di lingkup universitas, yaitu Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) dan Pusat Kajian Mitigasi dan Inovasi Teknologi Kebencanaan (GAMA-InaTEK).

Terkait hal ini, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, drg. Ika Dewi Ana, M.Kes, Ph.D menerima tim asesor PUI-PT yaitu Dr. Triati D.K. Wungu (Institut Teknologi Bandung), Dr. Trio Adiono (Institut Teknologi Bandung), dan Dr. E. Bimo Arsono (Universitas Airlangga) yang berkunjung ke Rektorat UGM minggu lalu (13/10/2017). Kedatangan tim asesor bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari dua PUI-PT di UGM tersebut. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan pusat-pusat studi ungulan, yaitu Dr. phil. Hermin Indah Wahyuni, M.Si. selaku Kepala PSSAT UGM dan Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D. selaku peneliti dari Pusat Kajian Mitigasi dan Inovasi Teknologi Kebencanaan (GAMA-InaTEK). read more

World Class Professor: Kolaborasi Riset antara Indonesia dan Selandia Baru Tentang Masalah Bencana Maritim

Aktivitas Jumat, 13 Oktober 2017

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada kembali melanjutkan pelaksanaan program World Class Professor (WCP) Kemeristekdikti. Setelah sebelumnya mendatangkan Prof. Dr. Thomas Hanitzsch dari Ludwig-Maximillian University, Jerman dan Prof. Dr. Judith Schlehe dari Freiburg University, Jerman, para peneliti senior PSSAT UGM antara lain Dr. Budi Irawanto, Dr. Muhammad Sulhan, dan Dr. Bevaola Kusumasari melakukan kunjungan ke jurusan Ilmu Komunikasi, Auckland University of Technology (AUT) dan Pacific Media Center (PMC), AUT di Selandia Baru pada tanggal 3-10 Oktober 2017. read more

[SEA Gate 2017] Kunjungan Faculty of Liberal Arts Universitas Thammasat dan Pembukaan SEA Gate 2017

AktivitasSEA Gate_ind Sabtu, 7 Oktober 2017

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada menjamu kehadiran tamu dari Faculty of Liberal Arts, Universitas Thammasat, Thailand pada Senin (10/07/2017) lalu. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka membahas agenda kerjasama antara PSSAT UGM dan Faculty of Liberal Arts, Universitas Thammasat. Kunjungan kali ini juga semakin memperat hubungan antara PSSAT UGM dan Universitas Thammast yang telah lama berkolaborasi dalam berbagai program seperti SEA-GATE dan Visiting Program. read more

[SEA Talk #18] Mengkaji Konflik Rohingya dari Perspektif HAM

AktivitasSEA Talk_ind Rabu, 4 Oktober 2017

Setiap individu di dunia ini mempunyai hak untuk hidup damai dan merasakan kebebasan. Dua hal tersebut masih menjadi barang mahal bagi etnis Rohingya di Myanmar sana. Setelah sesi SEA Talks 17 yang membahas mengenai krisis Rohingya dari sisi sejarah dan latar belakangnya, PSSAT UGM kembali mengadakan diskusi SEA Talks 18 yang bertajuk “Rohingya: Perspektif Hukum HAM Internasional”. Diskusi kali ini mengundang Eko Riyadi, M.H. dari Pusat Studi HAM Universitas Islam Indonesia dan Muhadi Sugiono, M.A yang juga menjadi salah satu peneliti di PSSAT UGM sebagai narasumber. Kerjasama antar kedua instansi ini merupakan wujud partisipasi aktif Pusham UII dan PSSAT UGM yang sama-sama berfokus pada kajian akademik HAM di Asia Tenggara. read more

Kekacauan di Tengah Harapan: Melihat Daerah Frontier di Asia Tenggara

Ekonomi & Kesejahteraan SosialEsai Akademik Selasa, 3 Oktober 2017

“Sebagai kawasan dengan teritori yang luas, relasi antar daerah pinggiran dan pusat kekuasaan di ASEAN sering diwarnai dengan berbagai stereotip negatif akibat adanya perbedayaan kebudayaan. Herannya di tengah stereotip negatif yang berkembang, daerah terluar atau sering disebut sebagai frontier masih terus menerus dibangun tanpa henti demi berbagai harapan di masa depan yang sayangnya kerap menimbulkan permasalahan sosial dan lingkungan”

Istilah frontier di jagad ilmu sosial awalnya digunakan oleh Jackson Turner untuk menjelaskan mentalitas Amerika. Istilah tersebut digunakan untuk menjelaskan kebiasaan masyarakat koloni Amerika Serikat dalam menjelajah dan membangun peradaban di wilayah terluar yang ditemukan di benua baru. Kebiasaan itu muncul disebabkan adanya pandangan bahwa wilayah terluar merupakan daerah yang penuh dengan sumber daya namun masih terbelakang. Oleh karenanya daerah tersebut perlu dieksploitasi secara berkelanjutan guna dimajukan sehingga bisa menghasilkan keuntungan bagi manusia. read more

Berita Terakhir

  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
  • Meninjau Program Magang yang Sedang Berlangsung bersama ACICIS
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY