• Tentang UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Peneliti
    • Peneliti Mitra
    • Mitra
    • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Program
    • Konferensi Internasional
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • Magang
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Prosiding
  • Esai Akademik
    • Ekonomi & Kesejahteraan Sosial
    • Hukum dan Hak Asasi Manusia
    • Media dan Komunikasi
    • Pendidikan
    • Politik dan Hubungan Internasional
    • Sejarah dan Budaya
    • Panduan Artikel
  • Beranda
  • Aktivitas
  • [SEA Talk #21] Kekuatan Perusahaan dan Tata Kelola Global: Penambang Australia di Indonesia

[SEA Talk #21] Kekuatan Perusahaan dan Tata Kelola Global: Penambang Australia di Indonesia

  • Aktivitas, SEA Talk_ind
  • 12 Mei 2018, 14.04
  • Oleh: pssat
  • 0

Pada hari Jumat (11/5/18), SEA Talk #21 dilaksanakan dengan tema “Corporate Power and Global Governance: Australian Miners in Indonesia. Pembicara pada kegiatan ini adalah Lian Sinclair dari Murdoch University Australia. Topik yang diangkat pada SEA Talk #21 terkait dengan kerja lapangannya yang meneliti tentang perusahaan tambang asal Australia yang beroperasi di Kulonprogo, Kutai Barat, dan Halmahera Utara.

Lian memaparkan hipotesisnya bahwa perusahaan-perusahaan tambang cenderung diuntungkan oleh sistem tata kelola global (PBB, WTO, dan lain sebagainya) saat terjadi konflik dengan warga setempat. Salah satu strategi yang diterapkan guna menyelesaikan konflik adalah melalui CSR (Corporate Social Responsibility). CSR membantu perusaahan untuk meredakan konflik karena warga setempat dilibatkan dalam proses manajemen perusahaan. Akan tetapi, masih banyak konflik yang terjadi karena lokalitas permasalahan dari setiap konflik.

Pada akhir diskusi, Lian memberikan kesimpulan dengan menjelaskan siklus konflik. Konflik antara perusahaan dan warga setempat meluas sehingga menarik perhatian publik secara nasional. Konflik pun berlarut-larut hingga harus dibahas dalam sebuah forum diskusi internasional yang melibatkan sistem Tata Kelola Global. Kesepakatan-kesepatana yang dicapai seringkali semakin menambah kekuatan perusahaan. Oleh karena itu, konflik yang diselesaikan melalui sistem Tata Kelola Global cenderung hanya berubah bentuk dan terulang kembali. (Endo)

Berita Terakhir

  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
  • Meninjau Program Magang yang Sedang Berlangsung bersama ACICIS
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY