Konferensi SEASREP 2025 menandai peringatan 30 tahun Southeast Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP). Konferensi ini diselenggarakan di Institute of East Asian Studies, Thammasat University, Thailand, dan mengumpulkan para akademisi, praktisi, serta pendukung lama studi Asia Tenggara. Acara ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga merupakan perayaan atas tiga dekade kontribusi SEASREP dalam memberdayakan kajian ilmiah di kawasan ini.
Konferensi dibuka dengan pidato kunci oleh Dr. Maria Serena Diokno, salah satu pendiri SEASREP. Dalam pidatonya, ia meninjau kembali perkembangan SEASREP sejak awal berdirinya hingga menjadi fondasi yang membantu para akademisi Asia Tenggara mempelajari kawasan mereka sendiri. Ia menekankan peran SEASREP yang panjang dalam memberikan beasiswa, membangun jejaring akademik, dan mendorong peneliti muda untuk mempelajari bahasa-bahasa Asia Tenggara sebagai bagian dari pelatihan akademik mereka. Prof. Dr. Charnvit Kasetsiri dan Prof. Dr. Taufik Abdullah, dua pendiri SEASREP lainnya, diundang sebagai tamu istimewa dalam konferensi ini, menekankan pentingnya perayaan tonggak sejarah tersebut.

Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T. dan Nurina Aulia Haris, M.A., perwakilan dari Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM), aktif berpartisipasi dalam diskusi akademik. Mereka mempresentasikan hasil penelitian mereka pada Panel 18: Transformasi Perkotaan di Asia Tenggara pada 13 November dengan judul “Smart City in Global Perspective: Overview of Smart City Concept and Implementation in ASEAN Countries”, serta pada Panel 19: Timor Leste di Asia Tenggara pada 14 November dengan judul “Indonesia-Timor Leste: Identification of Border Issues from an Indigenous People’s Perspective”.
Secara keseluruhan, Konferensi SEASREP 2025 menjadi perayaan yang efektif atas tiga dekade perkembangan studi Asia Tenggara sekaligus menciptakan interaksi yang bermakna antara para akademisi yang tertarik mempelajari dinamika masa lalu, masa kini, dan masa depan kawasan ini.
Reporter: Nurina Aulia Haris
Editor: Mellyana Nungki Pramitha