• Tentang UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Peneliti
    • Peneliti Mitra
    • Mitra
    • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Program
    • Konferensi Internasional
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • Magang
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Prosiding
  • Esai Akademik
    • Ekonomi & Kesejahteraan Sosial
    • Hukum dan Hak Asasi Manusia
    • Media dan Komunikasi
    • Pendidikan
    • Politik dan Hubungan Internasional
    • Sejarah dan Budaya
    • Panduan Artikel
  • Beranda
  • Aktivitas
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara

Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara

  • Aktivitas, short news
  • 18 November 2025, 10.27
  • Oleh: nuraini.wahyuningsih
  • 0

Konferensi SEASREP 2025 menandai peringatan 30 tahun Southeast Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP). Konferensi ini diselenggarakan di Institute of East Asian Studies, Thammasat University, Thailand, dan mengumpulkan para akademisi, praktisi, serta pendukung lama studi Asia Tenggara. Acara ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga merupakan perayaan atas tiga dekade kontribusi SEASREP dalam memberdayakan kajian ilmiah di kawasan ini.

Konferensi dibuka dengan pidato kunci oleh Dr. Maria Serena Diokno, salah satu pendiri SEASREP. Dalam pidatonya, ia meninjau kembali perkembangan SEASREP sejak awal berdirinya hingga menjadi fondasi yang membantu para akademisi Asia Tenggara mempelajari kawasan mereka sendiri. Ia menekankan peran SEASREP yang panjang dalam memberikan beasiswa, membangun jejaring akademik, dan mendorong peneliti muda untuk mempelajari bahasa-bahasa Asia Tenggara sebagai bagian dari pelatihan akademik mereka. Prof. Dr. Charnvit Kasetsiri dan Prof. Dr. Taufik Abdullah, dua pendiri SEASREP lainnya, diundang sebagai tamu istimewa dalam konferensi ini, menekankan pentingnya perayaan tonggak sejarah tersebut.

Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T. dan Nurina Aulia Haris, M.A., perwakilan dari Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM), aktif berpartisipasi dalam diskusi akademik. Mereka mempresentasikan hasil penelitian mereka pada Panel 18: Transformasi Perkotaan di Asia Tenggara pada 13 November dengan judul “Smart City in Global Perspective: Overview of Smart City Concept and Implementation in ASEAN Countries”, serta pada Panel 19: Timor Leste di Asia Tenggara pada 14 November dengan judul “Indonesia-Timor Leste: Identification of Border Issues from an Indigenous People’s Perspective”.

Secara keseluruhan, Konferensi SEASREP 2025 menjadi perayaan yang efektif atas tiga dekade perkembangan studi Asia Tenggara sekaligus menciptakan interaksi yang bermakna antara para akademisi yang tertarik mempelajari dinamika masa lalu, masa kini, dan masa depan kawasan ini.

Reporter: Nurina Aulia Haris
Editor: Mellyana Nungki Pramitha

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
  • Meninjau Program Magang yang Sedang Berlangsung bersama ACICIS
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY