• Tentang UGM
  • IT Center
  • English
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Center for Southeast Asian Social Studies
Universitas Gajah Mada
  • Home
  • About Us
    • Overview
    • Researcher
    • Partner Researcher
    • Partner Institution
    • Library
  • Research
  • Program
    • International Conference
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • INTERNSHIP
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publication
    • Journal
    • Book
    • Proceeding
    • Policy Brief
  • Academic Essay
    • Culture & Linguistics
    • Digital Society
    • Economic and Social Welfare
    • Education
    • Media & Communication Studies
    • Law & Human Rights
    • Politics and International Relations
    • Article Guidelines
  • Home
  • Activity
  • Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Phil Hermin Indah Wahyuni, M.Si “Komunikasi Autopoiesis Sebagai Energi Adaptasi Sistem Sosial: Respon, Resonansi, (R)evolusi”

Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Phil Hermin Indah Wahyuni, M.Si “Komunikasi Autopoiesis Sebagai Energi Adaptasi Sistem Sosial: Respon, Resonansi, (R)evolusi”

  • Activity
  • 25 November 2021, 14.46
  • Oleh: pssat
  • 0

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Phil Hermin Indah Wahyuni, M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Komunikasi. Dalam pidato yang berlangsung pada Selasa (9/11) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Prof. Hermin menyampaikan pidato yang berjudul Komunikasi Autopoiesis Sebagai Energi Adaptasi Sistem Sosial: Respon, Resonansi,  (R)evolusi. 

Dalam pidato pengukuhan, Prof. Hermin menyampaikan kompleksnya problem komunikasi dalam masyarakat modern. Menurut pandangan Prof. Hermin, komunikasi sebagai sebuah sistem yang komprehensif dan inti dari sistem sosial (masyarakat modern). Tradisi autopoiesis memiliki potensi sebagai jalan masa depan untuk memahami dan menjelaskan komunikasi dengan segala kompleksitas, baik sebagai ilmu maupun fenomena sosial. Sistem sosial (masyarakat modern) akan terhenti saat tidak ada komunikasi. Produksi dan reproduksi masyarakat ditentukan oleh komunikasi. Sehingga, sistem sosial merupakan sistem komunikasi itu sendiri. 

“Keragaman fungsi yang semakin tajam menjadikan masyarakat modern dicirikan dengan ‘tubrukan-tubrukan’ kepentingan yang sulit dihindarkan” papar Prof. Hermin. 

Semakin masyarakat memiliki kualitas komunikasi yang baik, maka masyarakat sampai pada cara merespons problem-problem yang akan semakin kompleks. Pada akhirnya, komunikasi yang kuat dan bermakna akan memicu resonansi sistem sosial merespons berbagai kompleksitas yang timbul dalam dinamika masyarakat modern. Masyarakat tidak lagi ditandai dengan sentralisasi informasi oleh media konvensional (pers/sistem komunikasi publik), namun oleh dominasi media baru dengan logika disruptif dan fragmentasi yang tak terbayangkan.

Skenario ideal sejak dikenalnya internet dan media baru mengalami berbagai paradoks dan ketegangan. Ketika platform ini mengalami gangguan teknis (tidak dapat diakses), masyarakat seakan “terbungkam”, sebuah indikasi yang berbahaya bagi kehidupan publik dan demokrasi. Komunikasi masa lalu menentukan komunikasi saat ini dan komunikasi saat ini menentukan komunikasi masa depan. Penelitian sarjana Prof. Hermin menyoroti peran media surat kabar dalam menentukan dinamika partai politik. Dalam kajian autopoiesis, kemampuan observasi media dalam struktur partai politik di Indonesia belum berjalan optimal.

Prof. Hermin melakukan kajian untuk karya akademik di level master atas problem intervensi negara pada pengelolaan penyiaran di Indonesia secara khusus, dan komunikasi publik secara umum. Sedangkan, disertasi Prof. Hermin yang berjudul “The Struggle to Create a Democratic Broadcasting System in Indonesia after Political Transformation 1998”, menggambarkan proses transformasi sistem dan pertarungan aktor-aktor dalam memaknai ketidakpastian situasi transformasi politik dan implikasi pada sistem informasi Indonesia lebih lanjut. 

Dalam konteks ini, Prof. Hermin menyatakan bahwa dalam kasus sistem komunikasi publik penyiaran, terdapat problem yang membutuhkan komitmen dan kemauan baik oleh seluruh pihak untuk membangun sistem komunikasi publik yang handal. Tahun 2020 adalah momentum besar yang membawa perubahan global, ketika pandemi Covid-19 meluas secara sporadis. Krisis ini menjadi ruang yang tepat untuk melihat kembali, seperti apa sistem sosial mampu mereduksi kompleksitas dan beradaptasi dengan perubahan yang belum di antisipasi. 

Prof. Dr. Phil Hermin Indah Wahyuni, M.Si., adalah salah satu Guru Besar Aktif dari total 350 Guru Besar di Universitas Gadjah Mada. Dan Prof. Dr. Phil Hermin Indah Wahyuni, M.Si., adalah salah satu Guru Besar Aktif dari total 33 Guru Besar di dalam Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada.

Video Pidato Pengukuhan dapat diakses di : https://youtu.be/FnuFPfGhyPU

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=FnuFPfGhyPU[/embedyt]

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • CESASS Chat #46: “Regime Types in Southeast Asia and the Interpretation of ASEAN Norms”
  • Fostering Academic Exchange with Center of Peatland and Disaster Studies, Universitas Riau (CPDS UNRI)
  • CESASS Chat #45: “A Nation Within a City: Contesting Space and Meaning in the Indonesian Capital” & “Perceptions of the Past and Present: What Does Borobudur Represent in the Wider Context of Discussions on Heritage?”
  • Supporting Institutional Efforts toward a Center of Excellence with Pusat Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (PERSADA UB)
  • Book Chapter: “Popular Culture in Cross-Cultural Understanding: Roles, Challenges, and Opportunities”
Universitas Gadjah Mada

Center for Southeast Asian Social Studies
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY