Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • HOME
  • ABOUT US
    • OVERVIEW
    • RESEARCHER
    • PARTNER INSTITUTION
    • VISITING PROFESSOR
    • Library
  • PROGRAM
    • International Conference
    • CESASS IUP GLOBAL GATEWAY
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • INTERNSHIP
    • CESASS Talk
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • WORKSHOP
  • Research
  • Publication
    • Journal
    • Book
    • Proceeding
    • Policy Brief
  • Essay
  • Beranda
  • Aktivitas
  • SEA CHAT #29: Indigenous People in Regional Institution: A Comparative Perspective between ASEAN and the Arctic Council

SEA CHAT #29: Indigenous People in Regional Institution: A Comparative Perspective between ASEAN and the Arctic Council

  • Aktivitas, SEA Chat_ind
  • 29 Agustus 2022, 12.00
  • Oleh: pssat
  • 0

Pada hari Jumat (26/08), Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (PSSAT UGM) menyelenggarakan the Southeast Asian Chat (SEA CHAT). Ini merupakan SEA CHAT ke-29 setelah beberapa bulan agenda ini ditunda akibat adanya pandemi Covid-19. Agenda ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh PSSAT UGM untuk berdiskusi mengenai negara-negara di Asia Tenggara terkait isu sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Presentasi dan diskusi ini disampaikan oleh M Dwiki Mahendra, seorang mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta yang juga sedang magang di PSSAT UGM.

Dalam sesi SEA CHAT kali ini, Dwiki sebagai pembicara mempresentasikan penelitiannya tentang “Indigenous Peoples in Regional Institutions: “A Comparative Perspective between ASEAN and the Arctic Council”. Dalam kerangka ASEAN, sebagai organisasi regional Asia Tenggara, Dwiki mengatakan bahwa tidak ada referensi eksplisit yang dibuat untuk masyarakat adat meskipun minatnya dalam mempromosikan keragaman budaya dan etnis di kawasan Asia Tenggara. Sebaliknya, Deklarasi Ottawa Dewan Arktik dibuat dengan memasukkan masyarakat adat. Dwiki menyimpulkan bahwa model tersebut diterapkan oleh Dewan Arktik juga dapat digunakan untuk ASEAN karena kesamaan antara lembaga-lembaga ini.

Kelas ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan juga diskusi antara peserta yang hadir. Adanya penelitian dan diskusi tentang topik ASEAN, diharapkan peserta bisa memperkaya pengetahuan mereka dan mengenal lebih jauh tentang ASEAN.

Berita Terakhir

  • Pembukaan Program Kursus Singkat 2026: “ASEAN and the South China Sea: Contested Space, Diplomacy, and Regional Order”
  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY