Yogyakarta, 22 Juni 2026 – Center for Southeast Asian Social Studies (CESASS), Universitas Gadjah Mada (UGM), secara resmi membuka program kursus singkat bertajuk “ASEAN and the South China Sea: Contested Space, Diplomacy, and Regional Order”, yang diikuti oleh 164 peserta dari 26 negara dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam. Bekerja sama dengan Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik UGM, Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, ASEAN Studies Center UGM, serta Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), program ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai salah satu tantangan regional paling signifikan di Asia Tenggara melalui perspektif multidisipliner, termasuk tata kelola maritim, keamanan regional, hukum internasional, keberlanjutan lingkungan, dan diplomasi.
Aktivitas
Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM), yang diwakili oleh Kepala Program dan Publikasi, Dr. phil. Vissia Ita Yulianto, menyambut kunjungan Dr. Rizanna Rosemary dari Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya (PRISB USK), Universitas Syiah Kuala pada hari Senin, 17 November 2025.

Dr. Rizanna memperkenalkan program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MDRK) yang baru dari USK, yang berakar pada pengalaman historis Aceh dalam pembangunan perdamaian dan transformasi sosial. Ia juga mengundang CESASS untuk menjalin kolaborasi melalui kuliah tamu, seminar bersama, pertukaran akademik, atau kemitraan penelitian.
Pada 13 November 2025, Kepala PSSAT UGM periode 2023-2025, Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., dan Nurina Aulia Haris bertemu dengan perwakilan dari Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS), Thammasat University, termasuk Dr. Nuttavikhom Phantuwongpakdee (Dr. Kay), Staf Urusan Internasional, serta dua mahasiswa.
Dalam pertemuan tersebut, tim membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dijalin antara PSDS dan CESASS untuk mendukung para mahasiswa.

Poin-poin utama yang disoroti dalam diskusi tersebut mencakup kemungkinan penyelenggaraan program magang bagi mahasiswa PSDS di CESASS, serta kesempatan bagi mahasiswa pascasarjana dan alumni untuk bergabung dengan program terbaru CESASS, CESASS Research Fellowship (CRF). Program ini dibuat untuk menampung para peneliti muda dari seluruh dunia yang ingin melakukan penelitian mereka di Indonesia. Selain itu, mahasiswa dan alumni juga didorong untuk berpartisipasi dalam program-program mendatang, seperti Summer Course dan forum diskusi yang akan datang, termasuk CESASS Talk dan CESASS Chat.
Konferensi SEASREP 2025 menandai peringatan 30 tahun Southeast Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP). Konferensi ini diselenggarakan di Institute of East Asian Studies, Thammasat University, Thailand, dan mengumpulkan para akademisi, praktisi, serta pendukung lama studi Asia Tenggara. Acara ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga merupakan perayaan atas tiga dekade kontribusi SEASREP dalam memberdayakan kajian ilmiah di kawasan ini.
Konferensi dibuka dengan pidato kunci oleh Dr. Maria Serena Diokno, salah satu pendiri SEASREP. Dalam pidatonya, ia meninjau kembali perkembangan SEASREP sejak awal berdirinya hingga menjadi fondasi yang membantu para akademisi Asia Tenggara mempelajari kawasan mereka sendiri. Ia menekankan peran SEASREP yang panjang dalam memberikan beasiswa, membangun jejaring akademik, dan mendorong peneliti muda untuk mempelajari bahasa-bahasa Asia Tenggara sebagai bagian dari pelatihan akademik mereka. Prof. Dr. Charnvit Kasetsiri dan Prof. Dr. Taufik Abdullah, dua pendiri SEASREP lainnya, diundang sebagai tamu istimewa dalam konferensi ini, menekankan pentingnya perayaan tonggak sejarah tersebut.
Sebagai pusat penelitian multidisiplin, Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM) memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi para peserta CESASS Internship Program. Selain mengikuti berbagai kegiatan internal CESASS, para peserta magang juga didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan eksternal, seperti kuliah umum, seminar, pameran akademik, pelatihan, acara budaya, pameran, dan konferensi.
Kali ini, salah satu peserta magang internasional dari Vrije Universiteit, Belanda, Hüdanur Yildirim, berkesempatan untuk berpartisipasi dalam The 13th International Graduate Students and Scholars’ Conference in Indonesia (IGSSCI) dengan tema “Navigating the Future: Strengthening Resilience Through Global Collaboration Towards World Peace”. Konferensi ini diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana UGM pada 4–5 November 2025.
Pada Jumat, 14 November 2025, Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM) menerima kunjungan perwakilan dari Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (Acicis) untuk membahas perkembangan program magang yang sedang berlangsung di CESASS UGM melalui CESASS Internship Program.
Pada semester ini, tiga mahasiswa Acicis menjalani magang di CESASS melalui Flexible Language Immersion Program (FLIP) yang diselenggarakan Acicis. Seiring program magang memasuki pertengahan periode, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi aktivitas mahasiswa yang sedang berjalan, mengidentifikasi tantangan, serta mendiskusikan area yang perlu ditingkatkan.
Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (PSSATUGM) mengadakan pertemuan pada Senin, 10 November 2025, untuk menandai serah terima laporan kegiatan dan keuangan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., serta Dr. Wawan Mas’udi, S.IP., M.P.A., Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dan kini bertindak sebagai Caretaker Kepala PSSAT, bersama dengan tim CESASS.
Selain serah terima laporan, pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Dr. Wawan dan tim CESASS untuk saling berkenalan dan berbagi pandangan mengenai aktivitas serta arah pengembangan pusat studi.
Workshop Penulisan Akademik “Techniques and Ethics: Expanding Publication Opportunities in Scopus Indexing Journal” di Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM) berlanjut ke hari kedua pada Kamis, 23 Oktober 2025. Sesi dimulai dengan paparan dari Dr. Dicky Sofyan dari Sekolah Pascasarjana UGM, yang memimpin diskusi menarik dan mendalam berjudul “Reality in Empirical Research.” Dengan peserta yang hadir secara luring maupun daring, sesi ini berlangsung sangat interaktif dan menekankan pentingnya perspektif dalam membentuk cara kita memahami dunia.
“Bagaimana cara kita menghindari tujuan penelitian yang tidak jelas?”
Pertanyaan yang menggugah ini diajukan oleh Dr. Indri Dwi Apriliyanti saat beliau membantu para peserta mempertajam kemampuan mereka dalam merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas dan terfokus.
Pada Rabu, 15 Oktober 2025, Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM) sukses menyelenggarakan workshop Penulisan Akademik bertajuk “Techniques and Ethics: Expanding Publication Opportunities in Scopus Indexing Journal”, yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang akademik, seperti Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Sanata Dharma, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Lambung Mangkurat, untuk memperkuat keterampilan penelitian dan penulisan mereka.
Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (CESASS UGM) berpartisipasi dalam ACICIS NGO Fair 2025 pada Kamis, 21 Agustus 2025, di area depan Gedung Margono (Greenland), Fakultas Ilmu Budaya UGM. Acara yang diselenggarakan oleh Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS) dan didukung oleh Pemerintah Australia ini mempertemukan berbagai LSM terkemuka di Yogyakarta untuk memperkenalkan kesempatan magang dan relawan.
CESASS UGM menyambut lebih dari 50 pengunjung lokal maupun internasional di stan pamerannya. Para pengunjung diperkenalkan pada program-program yang sedang berjalan, kegiatan penelitian, serta peluang bagi mahasiswa dan mitra untuk terlibat lebih lanjut.