• Tentang UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Peneliti
    • Peneliti Mitra
    • Mitra
    • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Program
    • Konferensi Internasional
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • Magang
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Prosiding
  • Esai Akademik
    • Ekonomi & Kesejahteraan Sosial
    • Hukum dan Hak Asasi Manusia
    • Media dan Komunikasi
    • Pendidikan
    • Politik dan Hubungan Internasional
    • Sejarah dan Budaya
    • Panduan Artikel
  • Beranda
  • Aktivitas
  • Kunjungan Tim Sekretariat Wakil Presiden: Diskursus tentang Jalur Rempah Indonesia

Kunjungan Tim Sekretariat Wakil Presiden: Diskursus tentang Jalur Rempah Indonesia

  • Aktivitas
  • 2 November 2022, 13.00
  • Oleh: pssat
  • 0

Pada tanggal 26 Oktober jam 10.00 WIB, PSSAT UGM (Pusat Studi Sosial Asia Tenggara) menyambut kedatangan tim Sekretariat Wakil Presiden sebagai bentuk perpanjangan tangan dari Wakil Presiden Prof. Dr. (HC.) K.H. Ma’ruf Amin. Adapun yang hadir mewakili adalah bapak R. Bagus Yuniadji, SE, SH, MM, MH.Mikom., bapak Heri Rahman, SE, M.Si., dan ibu Uum Saumah, S.Ag, MH. Dalam diskusi kali ini, hajatan yang disampaikan oleh tim Sekretariat Wakil Presiden mengenai isu tentang jalur rempah Indonesia, yang akan dibawa ke UNESCO sebagai warisan dunia di tahun 2024.

Tim sekretariat menyampaikan bahwa, “isu mengenai jalur rempah Indonesia harus mulai digalakkan. Hal ini penting dilakukan karena mayoritas dari masyarakat Indonesia tidak mengetahui banyak tentang pentingnya isu ini.” Jalur rempah sendiri adalah jalur perdagangan dan tempat pertukaran budaya yang terjadi di Indonesia pada era pra-kemerdekaan. Dimana pada saat itu, berbagai negara dari seluruh dunia datang berbondong-bondong berlayar ke Nusantara untuk mencari rempah. Rempah sendiri selain digunakan sebagai bahan makanan, juga digunakan sebagai obat dan pengawet makanan. 

Prof. Dr.phil. Hermin Indah Wahyuni, M.Si. selaku direktur PSSAT UGM menyambut dengan hangat keluhan dan harapan yang dibawa oleh tim sekretariat Wakil Presiden. “Sebagai sebuah bangsa yang heterogen, isu ini sangat baik untuk dimunculkan di tengah sesak ruang sosial media pada tahun-tahun pemilu berikutnya, semoga isu ini bisa menjadi nation-building di tengah perang diskursus politik.” Prof. Hermin juga menambahkan, “dengan keanekaragaman expertise yang ada dalam tim PSSAT UGM, semoga dapat memudahkan proses kolaborasi yang akan terjadi di masa depan.”

Dalam kesimpulan diskusi ini dapat disintesiskan bahwa, ketika mayoritas masyarakat Indonesia telah mengetahui mengenai isu ini, maka pelurusan mengenai sejarah jalur rempah di Indonesia akan berjalan baik. Proses mencatutkan jalur rempah sebagai warisan dunia di UNESCO akan lebih mudah. Indonesia kembali akan disorot oleh dunia sebagai negara penghasil rempah terbaik di dunia. Ekonomi bangsa ini pun akan terpengaruhi karenanya.

Ditulis oleh: Akbar Bagaskara

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
  • Meninjau Program Magang yang Sedang Berlangsung bersama ACICIS
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY