• Tentang UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Peneliti
    • Peneliti Mitra
    • Mitra
    • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Program
    • Konferensi Internasional
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • Magang
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Prosiding
  • Esai Akademik
    • Ekonomi & Kesejahteraan Sosial
    • Hukum dan Hak Asasi Manusia
    • Media dan Komunikasi
    • Pendidikan
    • Politik dan Hubungan Internasional
    • Sejarah dan Budaya
    • Panduan Artikel
  • Beranda
  • Aktivitas
  • [WORKSHOP] Pengaplikasian “Remote Sensing” Untuk Ilmu Sosial Bersama Prof. Magaly Koch

[WORKSHOP] Pengaplikasian “Remote Sensing” Untuk Ilmu Sosial Bersama Prof. Magaly Koch

  • Aktivitas, workshop
  • 7 November 2017, 08.08
  • Oleh: pssat
  • 0

Konsep penginderaan jauh (remote sensing) sangat melekat dengan bidang ilmu eksakta, terutama ilmu Geografi dan ilmu Geologi. Namun,bagaimana jika remote sensing justru diaplikasikan pada ilmu sosial?

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM mengadakan workshop dengan tema “Geographical Information System Application on Social Sciences” bersama Prof. Magaly Koch, Ph.D dari Center for Remote Sensing, Boston University, Amerika Serikat yang diadakan di Ruang Indonesia, PSSAT UGM (6/11/2017). Workshop ini merupakan bagian dari program World Class Professor (WCP) Kemenristekdikti yang dilaksanakan oleh konsorsium PSSAT UGM, Pusat Kajian Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Pesisir (PKMBRP) Universitas Diponegoro, dan Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana, Universitas Syiah Kuala. Prof. Magaly sendiri merupakan visiting professor di PKMBRP Universitas Diponegoro.

Workshop yang berlangsung dari pukul 08.30-15.00 WIB ini bertujuan untuk menyediakan pemahaman teknik penginderaan jarak jauh dan Geographical Information System (GIS) bagi peneliti ilmu sosial. Teknik penginderaan jarak jauh dapat membantu peneliti ilmu sosial dalam memetakan perencanaan wilayah yang hasilnya dapat digunakan untuk membangun fasilitas-fasilitas yang diperlukan. Para peserta workshop juga cukup beragam. Meskipun awalnya diperuntukkan bagi para peneliti ilmu sosial, tetapi animo para peneliti dari ilmu eksakta tetap kuat. Selain itu, walaupun workshop ini memiliki batasan peserta, namun komposisi peserta cukup beragam dari kampus-kampus yang ada di Yogyakarta.

Dalam workshop ini, Prof. Magaly mengajak para peserta untuk menggunakan QGIS dalam menganalisa daerah di California secara digital. Mereka kemudian diajarkan untuk mengklasifikasikan citra-citra dari Landsat untuk menghasilkan pemetaan tanah. Praktik ini diharapkan dapat menyediakan pemahaman mengenai klasifikasi tanah, menunjukkan bagaimana memperoleh citra tanah, dan menyediakan langkah-langkah untuk menganalisa serta mengklasifikasi citra tanah. (MLK)

 

Berita Terakhir

  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
  • Meninjau Program Magang yang Sedang Berlangsung bersama ACICIS
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY