• Tentang UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Peneliti
    • Peneliti Mitra
    • Mitra
    • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Program
    • Konferensi Internasional
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • Magang
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Prosiding
  • Esai Akademik
    • Ekonomi & Kesejahteraan Sosial
    • Hukum dan Hak Asasi Manusia
    • Media dan Komunikasi
    • Pendidikan
    • Politik dan Hubungan Internasional
    • Sejarah dan Budaya
    • Panduan Artikel
  • Beranda
  • Aktivitas
  • [SEA Chat #7] Apa Kabar Singapura?

[SEA Chat #7] Apa Kabar Singapura?

  • Aktivitas, SEA Chat_ind
  • 22 September 2017, 09.12
  • Oleh: pssat
  • 0

Rasa bahagia terpancar dari wajah Khoo Yi Feng saat berkunjung ke kantor Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada (20/9). Alumni National University of Singapore (NUS) ini serasa kembali ke “rumah” setelah ia mengikuti program SEA Gate yang diselenggarakan oleh PSSAT di tahun 2015. Pada SEA-Chat kali ini, PSSAT mengundang Yi Feng untuk berbagi dengan para mahasiswa yang ingin mengetahui tentang Singapura dengan tema “Apa Kabar Singapura?”. Yi Feng sendiri adalah pengagas program SEA-Chat maka tak heran jika ia sangat senang mengetahui program yang diinisiasinya masih berlanjut.

Dalam suasana yang hangat dan santai, diskusi dibuka dengan saling memperkenalkan diri. Para peserta diskusi tidak saja berasal dari ilmu sosial-humaniora, tetapi juga dari ilmu eksakta seperti ilmu kedokteran. Yi Feng berhasil mengajak peserta untuk berdialog interaktif. Ia menekankan bahwa tujuan SEA-Chat adalah untuk berbincang-bincang mengenai latar belakang negara masing-masing untuk lebih saling mengenal lagi, khususnya antara negara-negara di Asia Tenggara. Ia mengajak peserta menggambarkan persepsi dan mengajukan pertanyaan tentang Singapura dan kemudian menjawabnya satu per satu. Yi Feng juga tak segan-segan mengundang peserta diskusi yang pernah berada di Singapura untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta diskusi yang lain.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam ini berhasil menjembatani antara peserta dan pembicara untuk saling bertukar pikiran dan mengajukan perspektif yang berbeda mengenai sesuatu hal, misalnya aturan transportasi publik di Singapura yang dinilai bisa berbeda-beda oleh peserta. Hasilnya, diskusi ini tidak hanya merangkum pengetahuan tentang bahasa, budaya, sosial, politik saja tetapi juga pembangunan dan konteks histori Singapura. (Meike)

Berita Terakhir

  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
  • Meninjau Program Magang yang Sedang Berlangsung bersama ACICIS
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY