• Tentang UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Peneliti
    • Peneliti Mitra
    • Mitra
    • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Program
    • Konferensi Internasional
    • SUMMER COURSE
    • CESASS Research Fellowship
    • Magang
    • CESASS TALK
    • CESASS Chat
    • CESASS Vodcast
    • SEA Movie
    • Workshop
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buku
    • Prosiding
  • Esai Akademik
    • Ekonomi & Kesejahteraan Sosial
    • Hukum dan Hak Asasi Manusia
    • Media dan Komunikasi
    • Pendidikan
    • Politik dan Hubungan Internasional
    • Sejarah dan Budaya
    • Panduan Artikel
  • Beranda
  • Aktivitas
  • [SEA Talk #20] Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana Maritim di Indonesia

[SEA Talk #20] Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana Maritim di Indonesia

  • Aktivitas, SEA Talk_ind
  • 17 Maret 2018, 14.03
  • Oleh: pssat
  • 0

Indonesia sebagai salah satu negara yang sangat rawan terhadap bencana alam, dianggap membutuhkan sosialisasi untuk menanganinya. Bahkan, tidak semua lapisan masyarakat di negara ini mampu menerima sosialisasi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Karena itu, PSSAT UGM mengadakan diskusi bertajuk “Community Resilience on Maritime Disaster in Indonesia” dengan Dr. Rahman Hidayat, asisten deputi Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Dr. Widjo Kongko di Perpustakaan PSSAT UGM (16/03/18). Diskusi di sore hari ini juga dihadiri oleh Prof. Dr Judith Schlehe, Profesor Antropologi Sosial dan Budaya di Universitas Freiburg, Jerman, beberapa peneliti dari PSSAT, dan akademisi.

Pada kesempatan ini, Dr. Rahman Hidayat mempresentasikan hasil penelitiannya ketika postdoc dengan topik Strategi Penelitian Bencana Maritim: Menjelajahi Dampak Perubahan Iklim di Asia-Pasifik. Dr Rahman Hidayat mengakui bahwa peringatannya terhadap bencana di beberapa daerah di Indonesia hamper selalu diabaikan. Oleh karena itu, ia menganggap hal itu mempengaruhi kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana di daerah masing-masing. Bahkan, Dr. Rahman Hidayat mengakui bahwa ia dan timnya telah memetakan bencana secara ilmiah di daerah-daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, Dr. Rahman Hidayat menganggap bahwa fenomena ini membuktikan bahwa para ilmuwan teknik dan soshum harus bersama-sama menangani bencana. Ia mengklaim dalam gugus teknik, metode penelitian yang umum digunakan adalah metode kuantitatif. Tanpa menggunakan perspektif penduduk setempat, ia dan timnya mengakui sulit untuk mendekati masyarakat, bahkan terkait dengan pencegahan dan langkah-langkah pencegahan terhadap bencana.

Berita Terakhir

  • Menghidupkan Kembali Kemitraan dengan Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Syiah Kuala (PRISB USK)
  • Membangun Kembali Kolaborasi dengan Thammasat University melalui Puey Ungphakorn School of Development Studies (PSDS)
  • Konferensi SEASREP 2025: Merayakan 30 Tahun Kemajuan Studi Asia Tenggara
  • Pemagang PSSAT Berpartisipasi dalam Konferensi IGSSCI
  • Meninjau Program Magang yang Sedang Berlangsung bersama ACICIS
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara
Universitas Gajah Mada

Gedung PAU, Jl. Teknika Utara
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
pssat@ugm.ac.id
+62 274 589658

Instagram | Twitter | FB Page | Linkedin | Youtube

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY